Denpasar, Bali — Seorang desainer mancanegara asal Irak, Mrs. Nagham, melakukan kunjungan khusus ke Kantor BAZNAS Provinsi Bali pada Jumat, 4/7/2025. Sebagai seorang desainer pakaian muslimah terkemuka di kota Baghdad, Irak, Nagham datang dengan ketertarikan unik: untuk mempelajari secara langsung sistem pengelolaan zakat di Bali. Kunjungan ini merupakan bagian dari ketertarikannya terhadap praktik keuangan sosial Islam yang dinilai unik dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan terhadap bagaimana zakat di di Bali yang memiliki masyarakat multikultur, mampu tetap dikelola secara profesional dan inklusif.
“Saya terkesan melihat bagaimana zakat di Bali bukan hanya soal kewajiban agama, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan perempuan dan ekonomi umat. ,” ujarnya.
Kehadiran Mrs. Nagham disambut langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Bali, H. Yunus Niam, beserta jajaran pimpinan lainnya. Dalam pertemuan hangat tersebut, BAZNAS Bali memaparkan sejumlah program utama, di antaranya:
- Program ZMart, yang mendukung pengusaha mikro dari kalangan mustahik, termasuk ibu-ibu rumah tangga, melalui bantuan usaha dan pendampingan.
- Program Rumah Layak Huni BAZNAS (RLHB), yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dengan hunian yang layak dan sehat.
- Program BAZNAS Microfinance Masjid, yaitu pemberdayaan ekonomi mustahik berbasis jamaah masjid.
- Program Beasiswa Pendidikan, yaitu mendukung akses pendidikan bagi mustahik melalui beasiswa, untuk membentuk generasi penerus yang berdaya dan mandiri.
- Program Kemanusiaan, merespons bencana alam, konflik sosial, dan krisis kemanusiaan dengan cepat dan tanggap berbasis semangat solidaritas zakat
- Program Kesehatan, memberikan layanan kesehatan gratis untuk kaum dhuafa, seperti pemeriksaan medis, bantuan biaya pengobatan, serta kegiatan penyuluhan kesehatan. BAZNAS juga aktif dalam respon cepat kasus gizi buruk dan kesehatan ibu-anak
- Program Dakwah, menanamkan semangat berbagi, kepedulian sosial, serta memperkuat karakter umat secara menyeluruh.
- Digitalisasi Layanan Zakat, yang memudahkan masyarakat dalam membayar dan memantau zakat secara daring.
- Pemberdayaan Perempuan, salah satu fokus utama BAZNAS Bali dalam pendistribusian zakat agar perempuan memiliki akses ekonomi yang lebih baik.
“Kami sangat senang bisa menyambut Ibu Nagham dari Irak di BAZNAS Bali. Kunjungan beliau jadi bukti bahwa pengelolaan zakat di Bali sudah mendapat perhatian internasional.” Ujar Yunus
Zakat di sini bukan hanya soal kewajiban, tapi cara kita membantu masyarakat bangkit dari pendidikan, kesehatan, sampai ekonomi. Semoga kunjungan ini jadi awal yang bagus untuk kerja sama dan saling belajar dari berbagai negara.
*Admin

